Melanesia Post
Search This Blog
Tuesday, 10 September 2019
Kekerasan Polisi Di Wamena
This is a sample video of Indonesian police brutality that all Melanesians in West Papua have been facing since the Colonial Republic of Indonesia (CURI) invaded militarily in January 1st, 1962 and the United Nations approved the CURI occupation on May 1st, 1963.
This video happen to be taken and posted to youtube.com. Many are still unpublished, not video-tapped, but strong in the memories of all Melanesians in West Papua.
Tuesday, 19 May 2015
Novelis Muda Papua, Aprilia RA Wayar, Diundang di UWRF
Novelis Muda Papua, Aprilia RA Wayar, Diundang di UWRF
- Aprilia RA Wayar @Ist
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH – Novelis muda Papua,
Aprilia RA Wayar diundang mengikuti Ubud Writers and Readers Festival
(UWRF) pada 3-7 Oktober 2012 mendatang di Ubud, Bali. Ia akan ikut UWRF
bersama 15 penulis muda Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia.
Alumna Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta ini mengatakan, dewan
kurator memberi komposisi penulis terpilih terdiri dari lima penyair,
lima cerpenis, empat novelis, dan satu esais. “Kami terdiri dari empat
perempuan dan sebelas pria,”kata Aprilia kepada media ini, Rabu,
(26/9).
Wartawan Tabloid Jubi ini mengatakan, novelnya yang berjudul “Mawar Hitam Tanpa Akar”
yang lolos seleksi itu menceritakan tentang sebuah kisah keluarga muda
kelas menengah Jayapura dengan segala dinamika kehidupan, mulai dari
percintaan sampai kaitan-kaitan dengan persoalan-persoalan politik yang
dialami masyarakat Papua.
Ia mengatakan, pada Vestifal itu, ia dan teman-temannya akan
mempresentasikan karyanya. “Kami akan berbicara pada panel diskusi
bersama sastrawan-sastrawan asing dari sekitar 20 negara. Saya dapat
jadwal presentasi pada, Sabtu 6 Oktober 2012 dan Minggu, 7 Oktober
2012,” kata mantan Aktivis FNPP itu.
Novelis perempuan Papua pertama di era tahun 2000-an menjelaskan,
karyanya bersama teman-temannya akan dialihbahasakan ke dalam bahasa
Inggris dan diterbitkan dalam antologi dwi-bahasa UWRF. Keseluruhan
program Indonesia UWRF didanai bersama oleh Hivos, sebuah lembaga
nirlaba Belanda, dan UWRF sendiri. (Ge/MS)
Labels:
Mahasiswa Papua,
Melanesians,
news,
Novelis,
West Papua Girl
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)