Pages

Search This Blog

Tuesday, 4 November 2014

Manajemen Freeport semakin semena-mena, Pekerja ancam mogok kerja selama satu bulan

Manajemen Freeport semakin semena-mena, Pekerja ancam mogok kerja selama satu bulan


Kawasan Grassberg, Freeport, Papua, Indonesia
OkeJoss.com – Insiden kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kelalaian manajemen PT Freeport Indonesia dalam menerapkan standar operational prosedur akhirnya kembali mendapatkan sorotan dan kecaman dari pekerjanya. Menanggapi hal tersebut, para pekerja PT Freeport Indonesia dan beberapa aliansi subkontraktor mengancam akan melakukan aksi mogok kerja di semua area tambang selama satu bulan penuh.

Ketua serikat pekerja PT. Freeport Indonesia Sudiro bahkan mengatakan jika manajemen dan pimpinan PT Freeport masih semena-mena dalam melakukan para pekerjanya, maka rencana aksi mogok kerja tersebut akan benar-benar dijalankan mulai tanggal 6 November hingga 6 Desember 2014.

Selain pimpinan dan manajemen yang bertindak semena-mena, serikat pekerja juga mengganggap jika manajemen dan pimpinan PT. Freeport telah gagal menjalin hubungan baik dengan pihak maupun instansi lain yang berada di lingkungan kerja Freeport di Papua.

“Manajemen dan pimpinan Freeport semakin semena-mena dalam memperlakukan pekerja. Mereka juga gagal dalam menjalin hubungan baik dengan pihak maupun instansi lain yang berada di lingkungan kerja perusahaan di Papua,” ungkap Ketua Serikat Pekerja Freeport, Sudiro.

Bersamaan dengan ancaman yang dilakukan oleh para pekerja dan beberapa aliansi subkontraktor tersebut, mereka meminta agar induk perusahaan yang bertempat di Amerika Serikat tersebut segera mengganti manajemen di perusahaan Freeport Indonesia. Sudiro juga mengatakan jika pihak pekerja telah melakukan musyawarah terkait sistem mutasi dan rotasi tugas yang dilakukan manajemen saat ini, namun hingga saat ini masih belum ada penyelesaian dan tindak lanjut dari pihak manajemen.

Terkait ancaman mogok dari para pekerjanya tersebut, manajemen PT Freeport Indonesia sendiri masih enggan menanggapi. Jika ancaman mogok pekerja benar dilakukan, maka kemungkinan besar pendapatan negara dari royalti dan setoran pajak PT Freeport Indonesia dapat dipastikan akan merosot dan cukup berdampak kepada perekonomian Indonesia.

Su,ber :  www.okejoss.com

Bila Ingin Papua Tetap Dalam NKRI, Bangun Dengan Hati


Mahasiswa saat melakukan demo damai menyangkut kasus kekerasan di Papua ( Foto: Ist)
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com --- Pemerintah Indonesia diminta tidak hanya memperhatikan kesejahteraan dan pembangunan infrastruktur di tanah Papua, tetapi harus melihat hak-hak dasar orang Papua yang telah diberikan oleh Tuhan sejak manusia masih di dalam kandungan seorang Ibu.
Pernyataan ini disampaikan pendeta muda Gereja Kemah Injil Indonesia, Josua Yikwa, saat ditemui suarapapua.com, di kediamannya Perumahan PDAM Buper, Waena, Jayapura, Papua, beberapa waktu lalu.
“Tuhan mengatakan selagi masih di kandungan, dia sudah mengenal kita, artinya sudah punya rencana untuk kita, karena itu hak-hak kita harus diperhatikan, dan tolong bangun Papua dengan hati, bukan dengan pendekatan keamanan," kata Josua.
Dikatakan, melihat kondisi Papua hari ini, terus terjadi berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan aparat pemerintah Indonesia, karena itu perlu mendapatkan perhatian yang serius, jika masih menginginkan Papua di dalam NKRI.
”Pelanggaran hak hidup orang Papua dirampas, kekayaan alam diambil, maka kalau kita lihat kenyataan yang terjadi di tanah ini, kita seperti seorang pendatang dari negeri lain.”
"Sementara pemerintah mengatakan bahwa Otsus solusi terbaik untuk mensejahterakan orang Papua, memang betul, tetapi jika masih saja terus terjadi korupsi, maka tidak ada artinya untuk orang Papua," tegasnya.
“Kalau mau bicara solusi setiap orang punya persepsi tersendiri, contoh saja Jakarta berpikir bahwa Otsus itu solusi bagi orang Papua, tetapi kenyataannya Otsus telah gagal. Gagal karena banyak pejabat Papua yang rakus dengan uang rakyat.”
Dia berharap, para koruptor yang selama ini melakukan korupsi terhadap uang-uang rakyat dapat ditangkap, agar kesejahteraan masyarakat Papua benar-benar terjamin.
“Kalau bilang Otsus solusinya, buktikan dulu, tangkap tikus-tikus yang rampas uang rakyat, dan masuk di penjara, biar kesejahteraan akan nyata,” tegasnya.
Editor: Oktovianus Pogau
AGUS PABIKA
Sumber :  www.suarapapua.com

Popular Posts

Papua Press Agency